Amanah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. KH. Arifuddin Ahmad, M.Ag.,
Makassar — Haflah At-Takharruj (Syukuran Akhir Pembelajaran) Tahun Ajaran 2026 Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro tidak hanya menjadi ajang pelepasan alumni. Di balik prosesi penamatan itu, muncul arah baru pengembangan pesantren yang menempatkan pertanian modern dan tradisi keilmuan sebagai dua pilar penting pendidikan Darul Fallaah ke depan.
Pesan tersebut mengemuka dalam amanah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. KH. Arifuddin Ahmad, M.Ag., pada acara yang berlangsung di Aula I-GIF Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis, 4 Juni 2026.
Di hadapan pimpinan universitas, pejabat pemerintah, orang tua santri, dan para alumni, Arifuddin menilai Darul Fallaah memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai pesantren pertanian modern. Selain didukung lahan yang luas, pesantren ini juga memiliki SMK Trenkaun yang dapat menjadi basis pendidikan vokasi pertanian berbasis teknologi.
Menurutnya, dunia pertanian telah mengalami perubahan besar dan tidak lagi bergantung pada metode konvensional. Karena itu, lembaga pendidikan, termasuk pesantren, perlu memperkenalkan teknologi pertanian kepada generasi muda sejak dini.
“Pertanian modern harus menjadi bagian dari pendidikan pesantren. Santri perlu dikenalkan pada teknologi dan inovasi agar mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi tersebut, PWM Sulawesi Selatan berkomitmen membantu pengadaan satu unit mobil traktor untuk mendukung pembelajaran praktik di SMK Trenkaun Darul Fallaah.
Bantuan tersebut disambut antusias oleh keluarga besar pesantren karena dinilai sejalan dengan arah pengembangan Darul Fallaah sebagai laboratorium pendidikan yang memadukan keislaman, keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat.
Namun perhatian PWM Sulsel tidak berhenti pada sektor pertanian. Dalam kesempatan yang sama, Arifuddin juga menyoroti lahirnya Tafsir Trenkaun, sebuah karya tafsir yang dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren Darul Fallaah.
Menurutnya, kehadiran karya tersebut menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya berupaya membangun keterampilan hidup dan kompetensi vokasi, tetapi juga tetap menjaga tradisi intelektual Islam.
“Ini sesuatu yang patut diapresiasi. Di satu sisi Darul Fallaah mengembangkan pertanian modern, di sisi lain melahirkan karya keilmuan berupa Tafsir Trenkaun. Dua hal ini menunjukkan bahwa pesantren mampu berjalan seimbang antara penguasaan ilmu dan penguasaan keterampilan,” katanya.
Arifuddin menilai tradisi menulis dan melahirkan karya ilmiah merupakan salah satu indikator penting kemajuan sebuah lembaga pendidikan. Karena itu, ia berharap Tafsir Trenkaun dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu kontribusi Darul Fallaah bagi pengembangan khazanah keilmuan Islam.
Haflah At-Takharruj tahun ini juga menjadi momentum refleksi perjalanan Darul Fallaah yang memasuki usia dua dekade. Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lamabawa, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa pesantren yang berdiri sejak 2006 tersebut dibangun di atas tiga atmosfer pendidikan utama, yakni pembelajaran di sekolah, pembinaan di asrama, dan pelayanan kesejahteraan santri.
Ketiga atmosfer itu, kata Dahlan, menjadi fondasi dalam membentuk santri yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, dan kemandirian.
“Setelah kami tanam imannya, setelah kami ajar ilmunya, setelah kami bimbing ibadahnya, setelah kami tuntun akhlaknya, dengan memohon rida Allah, kami kembalikan kepada bapak ibu semuanya,” ujarnya di hadapan para wali santri.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, S.Ag., M.H., mengapresiasi perkembangan Darul Fallaah sebagai salah satu pesantren Muhammadiyah yang terus menunjukkan kemajuan. Ia menilai lingkungan pendidikan yang kondusif menjadi modal penting dalam mencetak generasi yang religius dan berdaya saing.
Di sisi lain, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., berpesan kepada para alumni agar menjaga iman, ibadah, akhlak, dan semangat menuntut ilmu setelah meninggalkan bangku pesantren.
“Jaga dan pelihara iman dengan baik. Jaga ibadah, khususnya salat. Jaga akhlak, kembangkan ilmu, dan jangan berhenti berbuat baik,” pesannya.
Bagi Darul Fallaah, haflah tahun ini bukan sekadar penanda berakhirnya masa belajar para santri. Di tengah prosesi penamatan, muncul dua agenda besar yang sekaligus menggambarkan arah pengembangan pesantren ke depan: penguatan pendidikan pertanian modern melalui SMK Trenkaun dan penguatan tradisi intelektual melalui lahirnya Tafsir Trenkaun.
Dua agenda itu menjadi penanda bahwa pesantren di Bissoloro tersebut tidak hanya berupaya melahirkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja, tetapi juga ingin membentuk generasi yang mampu menggabungkan kecakapan teknologi, kemandirian ekonomi, dan kedalaman keilmuan Islam dalam satu ekosistem pendidikan yang utuh.
Humas Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro