![]() |
GOWA — Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro mulai mempersiapkan proses pemilihan pimpinan sebagai bagian dari upaya menata keberlanjutan kepemimpinan dan pengembangan lembaga.
Persiapan tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Pimpinan Darul Fallaah yang digelar di Ruang Kerja Direktur, Selasa (29/9/2026). Rapat melibatkan unsur pimpinan, Panitia Pemilihan Pimpinan Darul Fallaah, serta Tim Inti Akreditasi SMP Darul Fallaah.
Selain membahas proses pemilihan pimpinan, rapat juga mengagendakan sejumlah hal strategis lainnya, yakni kelanjutan pembangunan Masjid Al-Aqabah, pengembangan budidaya bibit sukun, aren, durian dan tanaman lainnya, serta progres akreditasi SMP Darul Fallaah.
Menyiapkan Kepemimpinan untuk Keberlanjutan
Proses pemilihan pimpinan menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan keberlanjutan program dan arah pengembangan Darul Fallaah ke depan.
Ketua Panitia Pemilihan Pimpinan Darul Fallaah, Supriadi, S.Pd.I., M.Pd.I, mengatakan tahapan pemilihan perlu dipersiapkan secara matang agar dapat berlangsung tertib dan melibatkan unsur-unsur terkait.
“Pemilihan pimpinan ini tentu bukan sekadar memilih siapa yang akan memimpin. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyiapkan kepemimpinan yang mampu melanjutkan program-program Darul Fallaah dan membawa lembaga ini terus berkembang. Karena itu, prosesnya perlu dipersiapkan bersama dengan memperhatikan kebutuhan dan arah pengembangan Darul Fallaah ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, panitia akan terus melakukan koordinasi agar setiap tahapan pemilihan dapat dipersiapkan dengan baik.
“Kami berharap seluruh proses dapat berlangsung dengan baik, terbuka dan penuh kebersamaan. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, tentu diharapkan dapat melanjutkan ikhtiar yang selama ini sudah dibangun bersama,” tambahnya.
Direktur: Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan
Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag., mengatakan proses pemilihan pimpinan perlu dipandang sebagai bagian dari ikhtiar kelembagaan untuk memastikan perjalanan Darul Fallaah terus berlanjut.
“Kita ingin proses pemilihan pimpinan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menata Darul Fallaah ke depan. Kepemimpinan bukan hanya persoalan siapa yang memimpin, tetapi bagaimana amanah yang ada dapat dilanjutkan dan dikembangkan dengan baik,” kata Dahlan.
Ia menilai keberlanjutan program menjadi hal penting dalam proses penataan kepemimpinan. Darul Fallaah, kata dia, telah memiliki perjalanan panjang dengan berbagai program yang masih membutuhkan penguatan dan pengembangan.
“Darul Fallaah sudah memiliki perjalanan yang cukup panjang. Ada banyak program yang telah kita mulai dan masih harus dilanjutkan. Karena itu, kita membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga kesinambungan, membangun kerja sama, dan melihat kebutuhan Darul Fallaah untuk jangka panjang,” ujarnya.
Dahlan berharap seluruh proses pemilihan dapat berjalan dalam suasana kebersamaan dan tetap menempatkan kepentingan lembaga sebagai tujuan utama.
“Harapan kita, seluruh proses ini dilaksanakan dengan semangat kebersamaan. Yang kita pikirkan adalah bagaimana Darul Fallaah semakin baik, semakin tertata, dan mampu mencapai tujuan yang telah kita cita-citakan bersama,” tuturnya.
Sekretaris: Koordinasi Menjadi Kunci
Sekretaris Darul Fallaah, Alimuddin, S.E., DMM., menekankan pentingnya koordinasi dalam mempersiapkan seluruh tahapan pemilihan pimpinan.
Menurutnya, proses tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi membutuhkan komunikasi yang baik dengan unsur pimpinan dan pihak-pihak terkait.
“Kita ingin seluruh tahapan pemilihan ini dipersiapkan dengan baik. Karena ini menyangkut keberlanjutan Darul Fallaah, maka komunikasi dan koordinasi antara panitia, pimpinan, dan seluruh unsur terkait menjadi penting. Jangan sampai ada tahapan yang terlewat sehingga prosesnya dapat berjalan dengan baik,” kata Alimuddin.
Ia mengatakan momentum pemilihan pimpinan juga dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali kebutuhan dan arah pengembangan Darul Fallaah.
“Yang kita harapkan bukan hanya proses pemilihannya selesai, tetapi setelah itu ada kesinambungan program. Darul Fallaah memiliki banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan, baik dalam bidang pendidikan, pembangunan, maupun pengembangan kemandirian pesantren,” ujarnya.
Alimuddin juga mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk menjaga kebersamaan selama proses berlangsung.
“Kita berharap semua pihak bisa menjaga suasana kebersamaan. Perbedaan pandangan dalam proses tentu merupakan hal yang biasa, tetapi tujuan akhirnya tetap sama, yaitu bagaimana Darul Fallaah bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.
Bersamaan dengan Agenda Strategis Lain
Rapat pimpinan tersebut tidak hanya membahas proses pemilihan pimpinan. Agenda pembangunan dan pengembangan Darul Fallaah juga menjadi bagian dari pembahasan.
Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan Masjid Al-Aqabah. Masjid tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan sarana keagamaan di lingkungan pesantren.
Rapat juga membahas budidaya bibit sukun, aren, durian dan tanaman lainnya. Pengembangan budidaya tersebut menjadi salah satu agenda yang berkaitan dengan pemanfaatan potensi lingkungan dan pengembangan kegiatan produktif di kawasan Darul Fallaah.
Sementara di bidang pendidikan, progres akreditasi SMP Darul Fallaah turut dibahas bersama Tim Inti Akreditasi SMP DF. Persiapan akreditasi menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan di lingkungan pesantren.
Rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa penataan kepemimpinan berjalan bersamaan dengan berbagai agenda pengembangan lembaga. Mulai dari pembangunan sarana, pengembangan potensi lingkungan, hingga peningkatan mutu pendidikan.
Bagi Darul Fallaah, proses pemilihan pimpinan dengan demikian tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan keberlanjutan kepemimpinan sekaligus memastikan berbagai program pengembangan pesantren dapat terus berjalan.
#HUMASDF

0 Komentar