GOWA — Apel pagi santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Rabu (7/10/2026), menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai keislaman bagi para santri. Apel tersebut dibina oleh Ustadz Alimuddin, S.E.
Dalam amanatnya, Ustadz Alimuddin menyampaikan pesan tentang pentingnya bersabar dalam dua keadaan, yakni bersabar ketika diberi nikmat dan bersabar ketika diberi ujian.
Menurutnya, kesabaran tidak hanya diperlukan ketika seseorang menghadapi kesulitan. Saat memperoleh nikmat dan kemudahan pun seseorang tetap membutuhkan kesabaran agar tidak terlena dan mampu menggunakan nikmat tersebut dengan baik.
Bersabar Ketika Diberi Nikmat
Ustadz Alimuddin mengingatkan bahwa nikmat yang diterima seseorang juga merupakan bagian dari ujian. Ketika mendapatkan kemudahan, keberhasilan, kesehatan, maupun berbagai hal yang menyenangkan, seseorang perlu tetap menjaga sikap dan tidak berlebihan dalam menyikapinya.
Kesabaran dalam keadaan mendapatkan nikmat dapat diwujudkan dengan bersyukur, menjaga amanah, serta menggunakan apa yang dimiliki untuk hal-hal yang baik.
Bagi santri, pesan tersebut menjadi pengingat agar keberhasilan dalam belajar, prestasi, maupun berbagai kemudahan yang diperoleh tidak membuat mereka lupa untuk bersyukur dan tetap rendah hati.
Bersabar Ketika Menghadapi Ujian
Selain ketika memperoleh nikmat, kesabaran juga dibutuhkan saat menghadapi ujian. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang dapat menghadapi berbagai persoalan, termasuk kesulitan dalam belajar, hubungan dengan orang lain, maupun tantangan dalam menjalankan tanggung jawab.
Dalam kondisi seperti itu, santri diingatkan untuk tidak mudah menyerah dan terburu-buru mengambil keputusan. Kesabaran diperlukan agar setiap persoalan dapat dihadapi dengan tenang dan tetap berada dalam koridor yang baik.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keseharian di Darul Fallaah. Melalui apel pagi, santri tidak hanya dibiasakan untuk disiplin mengikuti kegiatan, tetapi juga mendapatkan penguatan nilai-nilai yang dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di pesantren maupun di tengah masyarakat.
#HumasDF
0 Komentar