Apel Pagi Darul Fallaah Tekankan Kerapian Berpakaian sebagai Bagian dari Disiplin Santri

Ustadz Alimuddin, S.E., menyampaikan amanat tentang kerapian berpakaian dalam apel pagi santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Kamis (8/10/2026).

GOWA — Kerapian dalam berpakaian menjadi perhatian dalam pembinaan kedisiplinan santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro. Pesan tersebut disampaikan Ustaz Alimuddin, S.E., saat bertindak sebagai pembina apel pagi, Kamis (8/10/2026).

Dalam amanatnya, Ustaz Alimuddin mengangkat tema “Kerapian dalam Berpakaian” sebagai bagian dari pembiasaan sikap tertib dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian terhadap pakaian dinilai penting karena menjadi salah satu hal yang dapat dibiasakan santri dalam menjalankan aturan dan menjaga keteraturan di lingkungan pesantren.

Bagi santri yang menjalani aktivitas pendidikan dan pembinaan selama berada di pesantren, kerapian bukan hanya berkaitan dengan penampilan luar. Kebiasaan tersebut juga berhubungan dengan kesadaran untuk mempersiapkan diri, menaati ketentuan, dan menghargai lingkungan tempat mereka belajar.

Kerapian berpakaian dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memastikan pakaian bersih, mengenakannya dengan benar, serta menyesuaikan penampilan dengan ketentuan yang berlaku. Kebiasaan ini perlu dilakukan secara konsisten, baik ketika mengikuti kegiatan pembelajaran, ibadah, maupun aktivitas harian lainnya.

Pembiasaan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab pribadi. Santri belajar bahwa menjaga kerapian merupakan bagian dari tugas merawat diri dan menghormati kegiatan yang diikuti. Dengan demikian, kedisiplinan tidak hanya tampak dari ketepatan waktu atau kepatuhan terhadap jadwal, tetapi juga dari perhatian terhadap hal-hal kecil yang menjadi bagian dari kehidupan bersama.

Di lingkungan pesantren, pembinaan karakter berlangsung melalui berbagai kegiatan rutin. Apel pagi menjadi salah satu ruang untuk menyampaikan pengingat, memperkuat kebiasaan positif, serta menjaga kesadaran santri terhadap nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam keseharian.

Pesan tentang kerapian berpakaian juga relevan dengan upaya membangun budaya tertib di kalangan santri. Ketika kebiasaan menjaga penampilan dilakukan atas kesadaran sendiri, santri tidak hanya mengikuti aturan, tetapi juga belajar membentuk sikap disiplin yang diharapkan terbawa hingga berada di luar lingkungan pesantren.

Melalui apel pagi tersebut, pembinaan kedisiplinan di Darul Fallaah kembali menempatkan kebiasaan sehari-hari sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Kerapian berpakaian menjadi salah satu aspek sederhana yang dapat dilatih secara berkelanjutan untuk mendukung pembentukan karakter santri yang tertib, bertanggung jawab, dan mandiri.

#HumasDF

Posting Komentar

0 Komentar