![]() |
| Ananda Rusbalda Abhelia Maharani, santri kelas XI MA Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, saat menyampaikan kultum ba’da Subuh dengan tema “3 Tingkatan Orang yang Terzalimi”, Rabu (2/9/2026). |
BISSOLORO — Mengawali aktivitas pagi dengan siraman rohani, santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro kembali mengikuti kultum ba’da Subuh, Rabu, 2 September 2026.
Kultum kali ini disampaikan oleh Ananda Rusbalda Abhelia Maharani, santri kelas XI MA Darul Fallaah, dengan mengangkat tema “3 Tingkatan Orang yang Terzalimi.”
Dalam kultumnya, Rusbalda mengajak para santri untuk memahami persoalan kezaliman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kezaliman bukan hanya berkaitan dengan tindakan besar, tetapi juga dapat muncul melalui ucapan, sikap, maupun perlakuan yang merugikan orang lain.
Tema tersebut menjadi pengingat bagi para santri agar senantiasa menjaga sikap dan perkataan, tidak mudah menyakiti orang lain, serta memahami bahwa setiap bentuk kezaliman memiliki konsekuensi di hadapan Allah SWT.
Melalui kultum tersebut, para santri diajak untuk tidak hanya mengetahui tentang larangan berbuat zalim, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjadi pribadi yang adil, saling menghargai, dan menjaga hak sesama.
Santri Aktif dan Berprestasi
Rusbalda merupakan putri dari Bahrum Dg. Nompo dan Rosyani Dg. Tadaeng, yang berprofesi sebagai petani. Ia berasal dari Desa Bissoloro, sehingga perjalanan pendidikannya menjadi bagian dari pembinaan generasi muda yang tumbuh di lingkungan pesantren dan masyarakat setempat.
Di luar kegiatan akademik dan kepesantrenan, Rusbalda juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Hizbul Wathan (HW).
Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi Rusbalda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kedisiplinan, serta keterampilan berorganisasi.
Tidak hanya aktif dalam organisasi, Rusbalda juga telah menorehkan prestasi di bidang sastra. Pada Semarak Hari Santri Tahun 2025 di Darul Fallaah, ia berhasil meraih Juara 3 Lomba Puisi.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan santri di Darul Fallaah tidak hanya diarahkan pada penguatan ilmu keagamaan dan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan minat, bakat, dan kreativitas.
Kultum sebagai Ruang Belajar dan Berlatih
Kegiatan kultum ba’da Subuh menjadi salah satu ruang pembinaan santri untuk belajar menyampaikan gagasan dan pesan-pesan keislaman di hadapan jamaah.
Bagi santri yang menyampaikan kultum, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melatih keberanian berbicara, menyusun materi, mengolah pesan, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Sementara bagi santri lainnya, kultum menjadi bagian dari pembiasaan mengawali hari dengan ilmu dan nasihat keagamaan.
Darul Fallaah terus mendorong agar kegiatan-kegiatan pembinaan semacam ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter santri yang berilmu, berakhlak, percaya diri, serta memiliki kemampuan untuk menyampaikan kebaikan kepada orang lain.
Melalui kultum “3 Tingkatan Orang yang Terzalimi”, Rusbalda Abhelia Maharani tidak hanya berbagi pengetahuan kepada teman-temannya, tetapi juga menunjukkan proses tumbuhnya potensi santri dalam berbicara, berpikir, dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan.
Dari mimbar kecil ba’da Subuh, santri belajar menyampaikan kebaikan. Dari keberanian berbicara, tumbuh kepercayaan diri. Dan dari pembiasaan, lahir generasi yang siap mengambil peran di tengah masyarakat.
HUMAS DF

0 Komentar