PANEN PERDANA KANGKUNG GJTS, BUKTI SANTRI PAHAMI LAHAN SEBAGAI AMANAH

Bissoloro — Program Gerakan Jamaah Tani Santri (GJTS) yang dikembangkan Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Santri Blok 5 berhasil melaksanakan panen perdana sayur kangkung, menandai keberhasilan tahap awal program pembinaan kemandirian dan produktivitas santri yang selama ini dijalankan di lingkungan pesantren.

Panen tersebut dilakukan oleh santri Blok 5 yang berada di bawah pendampingan Mutmainnah dan Hijriah Mansur. Hasil panen menjadi buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan para santri dalam mengelola lahan yang telah dipercayakan kepada mereka sejak program GJTS dimulai beberapa waktu lalu.

Program GJTS merupakan salah satu inovasi pembinaan santri yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam bidang pertanian. Melalui program ini, setiap blok santri diberikan tanggung jawab untuk mengelola lahan tanam secara mandiri, mulai dari proses pengolahan tanah, penyemaian, perawatan tanaman, hingga masa panen.

Direktur Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa., M.Ag menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Blok 5. Menurutnya, keberhasilan panen perdana tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan masjid, tetapi juga melalui aktivitas nyata yang membentuk karakter santri.

"Panen ini bukan sekadar menghasilkan kangkung. Yang lebih penting adalah proses pendidikan yang berlangsung di dalamnya. Santri belajar bekerja keras, bersabar, bertanggung jawab, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa GJTS dirancang sebagai bagian dari pendidikan berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan membekali santri dengan keterampilan hidup (life skill) serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan. Dalam prosesnya, santri diajarkan bahwa setiap hasil yang diperoleh memerlukan usaha, ketekunan, dan pengorbanan.

Keberhasilan panen perdana Blok 5 juga menjadi momentum penting bagi seluruh santri Darul Fallaah untuk terus meningkatkan semangat produktivitas. Para pendamping blok berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi blok-blok lainnya yang saat ini masih berada dalam tahap perawatan tanaman dan menunggu masa panen.

Selain memberikan manfaat edukatif, hasil panen yang diperoleh juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi di lingkungan pesantren. Dengan demikian, para santri tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami konsep kemandirian pangan dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Program GJTS sendiri merupakan bagian dari upaya Ponpes Darul Fallaah dalam menanamkan budaya produktif kepada santri. Sejalan dengan semangat The Nine Golden Habits, program ini mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan memecahkan masalah melalui kegiatan nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ke depan, pihak pesantren berharap setiap blok dapat menghasilkan panen terbaik sesuai dengan komoditas yang dibudidayakan masing-masing. Dengan demikian, GJTS tidak hanya menjadi program rutin, tetapi juga berkembang menjadi laboratorium pendidikan karakter dan keterampilan yang memberi manfaat bagi seluruh warga pesantren.

"Alhamdulillah, Blok 5 telah memulai dengan hasil yang menggembirakan. Kini kita menantikan hasil panen dari blok-blok lainnya. Semoga semangat menanam, merawat, dan memanen ini menjadi bagian dari budaya santri Darul Fallaah dalam membangun kemandirian dan kecintaan terhadap kerja produktif," tutupnya.

Humas Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro.

Lebih baru Lebih lama