Gowa, 24 April 2026 — Pembina Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Ustadz Alimuddin, S.E., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Ghaffar Polres Gowa dengan mengangkat tema “Meningkatkan Taqwa melalui Habluminallah dan Habluminannas.”
Khutbah tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Pondok Pesantren Darul Fallaah dalam menghadirkan kader-kader dai dan khatib yang mampu menyampaikan pesan keislaman secara kontekstual di tengah masyarakat. Dalam penyampaiannya, Ustadz Alimuddin menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT (habluminallah) dan hubungan antar sesama manusia (habluminannas) sebagai fondasi utama dalam membangun ketakwaan.
Ia menjelaskan bahwa habluminallah tercermin dalam ketaatan beribadah, keikhlasan, serta kedekatan spiritual kepada Allah, sementara habluminannas diwujudkan melalui sikap sosial seperti kejujuran, kepedulian, saling menghormati, dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketakwaan tidak hanya diukur dari ibadah ritual, tetapi juga dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan sesama manusia,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Dalam khutbahnya, Ustadz Alimuddin juga menyinggung bahwa penguatan materi dakwah yang ia sampaikan tidak terlepas dari pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh melalui Sekolah Tabligh PWM Sulawesi Selatan. Ia mengakui bahwa ilmu yang diperoleh dari forum tersebut sangat relevan dan terasa dalam membangun kerangka berpikir dakwah yang sistematis, kontekstual, serta menyentuh realitas kehidupan masyarakat.
Khutbah yang berlangsung di lingkungan Polres Gowa ini mendapat perhatian jamaah karena mampu mengaitkan nilai-nilai keislaman dengan kehidupan sosial yang aktual. Pesan tentang pentingnya keseimbangan hubungan vertikal dan horizontal menjadi pengingat kuat bagi jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Ustadz Alimuddin di mimbar Masjid Al-Ghaffar sekaligus menegaskan peran Pondok Pesantren Darul Fallaah sebagai laboratorium kader khutbah dan dakwah, yang tidak hanya membina santri secara internal, tetapi juga aktif berkontribusi dalam ruang-ruang publik.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan serta sinergi dengan lembaga seperti Sekolah Tabligh PWM Sulsel, Darul Fallaah terus berupaya mencetak generasi dai yang unggul, komunikatif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran keagamaan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Darul Fallaah sebagai pusat pembinaan kader ulama dan dai yang berintegritas.
