![]() |
| Dr. dr. Ibrahim Abdullah, menyampaikan orasi pagi di hadapan para santri dan dewan guru, Sabtu (9/5/2026). |
Bissoloro, Gowa — Suasana apel pagi di Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro berlangsung penuh semangat dan refleksi ketika narasumber asal Palestina, Dr. dr. Ibrahim Abdullah, menyampaikan orasi pagi di hadapan para santri dan dewan guru, Rabu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengajian Bulanan dan Dialog Genealogi Palestina yang digelar Ponpes Darul Fallaah bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bungaya sebagai upaya memperluas wawasan keislaman dan kepedulian kemanusiaan santri.
Dalam orasinya, Dr. dr. Ibrahim Abdullah mengajak para santri untuk menjadi generasi Muslim yang kuat secara mental, disiplin dalam belajar, dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai fondasi kehidupan.
Ia menegaskan bahwa generasi muda Islam saat ini menghadapi tantangan besar yang membutuhkan ketahanan mental, karakter kuat, dan semangat belajar yang tinggi agar mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
“Anak-anak Palestina mampu bertahan di tengah perang karena mereka dibangun dengan iman, kesabaran, dan pendidikan keluarga. Kalian yang hidup dalam keadaan aman harus lebih bersungguh-sungguh dalam belajar dan bersyukur atas nikmat Allah,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Dalam penyampaiannya, ia juga menggambarkan bagaimana anak-anak Palestina tumbuh di tengah suara bom dan rudal, namun tetap mempertahankan semangat belajar dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Menurutnya, pendidikan menjadi kekuatan utama masyarakat Palestina dalam menjaga harapan hidup di tengah keterbatasan.
Ia turut menceritakan pengalamannya sebagai dokter yang bekerja hampir 20 jam setiap hari di tengah kondisi konflik kemanusiaan. Dengan penuh haru, ia mengenang anak dan istrinya yang syahid akibat serangan Zionis Israel. Meski berada dalam tekanan dan keterbatasan, masyarakat Palestina tetap berusaha mempertahankan pendidikan, ibadah, dan kehidupan keluarga.
Orasi tersebut mendapat perhatian serius dari para santri yang mengikuti apel dengan penuh antusias. Banyak santri terlihat larut dalam suasana reflektif ketika mendengarkan pengalaman hidup dan pesan-pesan perjuangan yang disampaikan langsung oleh narasumber dari Palestina.
Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lamabawa, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan wawasan global keislaman di lingkungan pesantren.
Menurutnya, Darul Fallaah ingin terus menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membangun kesadaran kemanusiaan, mentalitas perjuangan, dan kepedulian terhadap persoalan umat Islam dunia.
“Kehadiran narasumber langsung dari Palestina memberikan pelajaran besar bagi santri tentang makna perjuangan, rasa syukur, dan keteguhan iman. Ini menjadi bagian dari ikhtiar Darul Fallaah dalam membangun generasi yang kuat secara intelektual, spiritual, dan mental,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Ponpes Darul Fallaah berharap para santri mampu mengambil pelajaran tentang pentingnya disiplin, kesabaran, solidaritas kemanusiaan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menghadapi tantangan kehidupan.
