Jum’at Perdana Masjid Al-Aqabah Tandai Rampungnya Renovasi Menuju Masjid Terbesar di Bungaya


Bissoloro — Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Kabupaten Gowa, menggelar pelaksanaan Jum’at Perdana di lantai dua Masjid Al-Aqabah pada Jumat, 22 Mei 2026. Momentum tersebut menjadi penanda rampungnya tahap utama renovasi masjid yang telah dikerjakan selama kurang lebih satu tahun.

Pelaksanaan shalat Jumat perdana di lantai dua masjid berlangsung khidmat dan dihadiri oleh santri, guru, masyarakat sekitar, tokoh agama, serta jajaran pimpinan pesantren. Sebelumnya, seluruh aktivitas ibadah dan pelaksanaan shalat Jumat masih dipusatkan di lantai satu masjid.

Masjid Al-Aqabah saat ini tengah diproyeksikan menjadi salah satu masjid terbesar di Kecamatan Bungaya dengan konsep bangunan dua lantai yang representatif sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

Pembangunan masjid tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp2,8 miliar. Sumber pendanaan berasal dari swadaya masyarakat, infaq pimpinan, dosen, dan karyawan Unismuh Makassar, serta dukungan para donatur dan jamaah. Selain itu, pihak pesantren juga melakukan berbagai langkah pendanaan kreatif melalui lelang amal, wakaf karya tulis santri, dan penjualan buku.

Rangkaian kegiatan Jum’at Perdana diawali dengan sambutan Abd. Rahim Dg Nassa selaku perwakilan pemerintah desa yang sekaligus secara resmi membuka pelaksanaan Jum’at Perdana di Masjid Al-Aqabah.

Dalam sambutannya, Abd. Rahim Dg Nassa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong dan perjuangan seluruh elemen pesantren dalam menyelesaikan pembangunan masjid.

“Kehadiran Masjid Al-Aqabah ini bukan hanya menjadi kebanggaan Pondok Pesantren Darul Fallaah, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Bungaya. Kami melihat bagaimana kerja sama antara pesantren, masyarakat, dan para donatur mampu menghadirkan pembangunan yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga berharap Masjid Al-Aqabah dapat menjadi pusat pembinaan umat dan aktivitas keagamaan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Komite Pondok Pesantren Darul Fallaah, Dg Nyonri, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan lantai dua masjid yang selama ini menjadi harapan bersama.

“Pembangunan ini bukanlah pekerjaan singkat. Banyak proses dan tantangan yang dilalui, namun berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak, Masjid Al-Aqabah akhirnya dapat digunakan untuk pelaksanaan Jum’at Perdana,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung pembangunan dan pengembangan fasilitas pesantren demi kemajuan pendidikan Islam di Bissoloro.

Wakil Direktur I Pondok Pesantren Darul Fallaah, Supriadi, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan masjid merupakan bagian dari ikhtiar pesantren dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan dan dakwah.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pendidikan karakter, pembinaan akhlak, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. Kehadiran lantai dua ini menjadi simbol semangat kemajuan pesantren,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur II, H. Samsuddin, S.Pd. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pembangunan, mulai dari pimpinan pesantren, masyarakat, hingga para donatur.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik melalui tenaga, doa, maupun dukungan materi. Semoga Masjid Al-Aqabah menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat dalam pembangunannya,” katanya.

Kegiatan Jum’at Perdana ini juga dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar, Dr. Amira, S.Ag., M.Si. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, khususnya dalam pengembangan sarana ibadah dan pendidikan Islam.

Bertindak sebagai khatib, Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag., menyampaikan khutbah bertajuk *“Menyiapkan Hewan Qurban”*. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk mulai mempersiapkan ibadah qurban sejak dini sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial kepada sesama.

“Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menghadirkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya di hadapan jamaah.

Ia juga menekankan bahwa semangat berqurban sejatinya mengajarkan umat Islam untuk rela berkorban demi kepentingan umat dan kemaslahatan bersama.

Dr. Dahlan Lama Bawa dikenal sebagai sosok yang memiliki peran besar dan bekerja keras dalam mengawal pembangunan Masjid Al-Aqabah hingga dapat digunakan pada pelaksanaan Jum’at Perdana tersebut.

Sementara itu, imam shalat Jumat dipimpin oleh Alimuddin, S.E., DMM. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan dengan antusiasme jamaah yang memadati area lantai dua masjid.

Usai pelaksanaan shalat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama seluruh jamaah di lingkungan Masjid Al-Aqabah. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak begitu terasa ketika santri, masyarakat, guru, dan para tamu undangan duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan pihak pesantren.

Momentum makan bersama tersebut menjadi simbol rasa syukur atas rampungnya pembangunan lantai dua masjid sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antara civitas pesantren dan masyarakat sekitar.

Dengan terlaksananya Jum’at Perdana di lantai dua Masjid Al-Aqabah, Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro berharap masjid ini dapat menjadi pusat syiar Islam, penguatan ukhuwah, serta pengembangan pendidikan keislaman yang memberi manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Gowa, khususnya Kecamatan Bungaya.

Lebih baru Lebih lama