![]() |
| Penerapan Budaya BAIS (Bersih, Asri, Indah, dan Sehat) |
Bissoloro, Gowa — Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro terus memperkuat budaya pendidikan berbasis karakter melalui penerapan Budaya BAIS (Bersih, Asri, Indah, dan Sehat) sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari santri.
Program ini menjadi langkah strategis pesantren dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, tertata, sehat, dan mendukung proses pembelajaran secara optimal. Budaya BAIS tidak hanya menekankan kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif santri akan pentingnya menjaga keindahan, kesehatan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lamabawa, M.Ag, menegaskan bahwa budaya BAIS merupakan bagian integral dari pembentukan karakter santri.
“Lingkungan yang bersih dan sehat mencerminkan kepribadian yang tertib dan beradab. Melalui budaya BAIS, kami ingin membangun kesadaran bahwa kebersihan, kerapian, dan kesehatan adalah bagian dari nilai keislaman,” ujarnya.
Penerapan budaya BAIS diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti kerja bakti, penataan area pesantren, penghijauan lingkungan, pengelolaan kebersihan asrama, serta pembiasaan pola hidup sehat bagi seluruh santri.
Selain itu, budaya ini juga menjadi sarana pendidikan praktis agar santri memiliki kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, serta kebiasaan hidup positif yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
Dengan lingkungan yang bersih, asri, indah, dan sehat, Pondok Pesantren Darul Fallaah tidak hanya menghadirkan suasana belajar yang kondusif, tetapi juga memperkuat citra pesantren modern yang unggul dalam pembinaan akademik, spiritual, dan sosial.
Budaya BAIS kini menjadi salah satu identitas kuat Darul Fallaah dalam membentuk generasi santri yang berilmu, berakhlak, serta peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui program ini, Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam terpadu yang tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan kualitas hidup santri secara menyeluruh.
