Oleh: Miftahul Chair Roni
(Santriwati Kelas XI MA Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro)
Penting untuk disadari bahwa seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh ilmu maupun kemanfaatan dari ilmu tersebut, kecuali dengan cara menakzimkan (memuliakan) ilmu dan para ahlinya, serta menghormati guru (ustadz/ustadzah).
Seseorang tidak akan sampai pada suatu tujuan kecuali dengan rasa hormat, dan tidak akan terjatuh kecuali karena meninggalkan rasa hormat tersebut. Bahkan, penghormatan dipandang lebih utama daripada ketaatan. Bukankah kita melihat bahwa seseorang tidak menjadi kafir hanya karena melakukan kemaksiatan, namun ia bisa menjadi kafir karena meninggalkan rasa hormat (terhadap syiar agama)?
Salah satu wujud nyata dari memuliakan ilmu adalah menghormati guru. Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata:
"Aku adalah hamba sahaya bagi orang yang mengajariku satu huruf. Jika ia mau, ia boleh menjualku; dan jika ia mau, ia boleh membebaskanku."
Terkait hal ini, terdapat syair yang sangat indah:
"Aku melihat bahwa hak guru adalah hak yang paling utama,"
"Dan hak yang paling wajib dijaga oleh setiap muslim."
"Sungguh layak bagi seorang guru untuk diberi hadiah seribu dirham,"
"Sebagai bentuk penghormatan atas setiap satu huruf yang ia ajarkan."
Seorang penuntut ilmu harus memiliki sifat tawakal dalam proses belajarnya. Syeikhul Islam Burhanul Haq waddin RA berkata: "Para siswa pada masa dahulu menyerahkan urusan belajar mereka sepenuhnya kepada guru, sehingga mereka berhasil meraih kesuksesan dan tujuan utama mereka. Berbeda dengan zaman sekarang, banyak siswa menentukan pilihannya sendiri tanpa bimbingan, sehingga mereka sering kali gagal meraih tujuan ilmu maupun pemahaman (fikih). Hal ini disebabkan karena mereka tidak mengetahui ilmu apa yang sebenarnya sesuai dengan tabiat dan potensi mereka."
Adapun ilmu yang paling bermanfaat adalah ilmu yang mengajarkan agama secara mendalam, bukan ilmu yang justru menjauhkanmu dari Tuhan yang menciptakanmu. Maka, jadikanlah ajaran agama sebagai prioritas utama dalam belajarmu, bukan sebagai pelajaran terakhir.
