![]() |
| Rika Januarti Saris, S.Kep., Ns. |
Bissoloro, 21 April 2026 — Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro menggelar penyuluhan kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) dan kesehatan reproduksi bagi santri putri melalui Program Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN), Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pesantren dalam memaknai semangat Kartini melalui peningkatan kualitas perempuan, khususnya dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesadaran diri. Penyuluhan menghadirkan tenaga kesehatan Rika Januarti Saris, S.Kep., Ns. sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Rika menjelaskan bahwa menjaga kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup dan kesiapan masa depan. Ia juga menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta pemahaman yang benar agar santri mampu merawat diri secara mandiri dan bertanggung jawab.
Menurutnya, semangat Hari Kartini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran santri putri sebagai generasi perempuan yang cerdas, berakhlak, mandiri, dan sehat. “Perempuan yang kuat adalah mereka yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga mampu menjaga dirinya dengan baik,” ujarnya.
Para santri putri mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Selain menerima materi, mereka juga aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab, membahas berbagai persoalan kesehatan yang sering dihadapi remaja.
Dr. Dahlan Lamabawa., M.Ag, Direktur Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissolor menegaskan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada transformasi ilmu dan pembentukan karakter, tetapi juga mencakup pembiasaan The Nine Golden Habits, penguatan hafalan serta kajian kandungan Al-Qur’an, dan perhatian serius terhadap kesehatan santri.
Melalui Program POSKESTREN, pesantren berkomitmen membina santri secara menyeluruh, baik dari aspek spiritual, intelektual, maupun kesehatan. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kesehatan diri sebagai bagian dari amanah kehidupan.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga santri tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, berdaya dan menginspirasi, sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Kartini.
