ISTIMEWA: KISAH SANTRI PONPES DARUL FALLAAH UNISMUH

(Bagian 1: Belumr Lulus Sudah Hafal 7 Juz Al-Qur’an)

Ponpes Darul Fallaah, 5 April 2026 — Prestasi tahfiz kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar. Nurhikmah Ramadhany binti Mansyur, santri kelas X MAS Darul Fallaah, berhasil menyelesaikan hafalan 7 juz Al-Qur’an dalam sekali duduk pada Ahad (5/4/2026) di Masjid Al-Aqabah, Bissoloro, Kabupaten Gowa.

Berdasarkan data keluarga, Nurhikmah lahir di Parasangang Beru, 21 Agustus 2010. Ia berasal dari Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Ia merupakan putri dari pasangan Mansyur dan Hasnah, serta merupakan anak ke-4 dari 5 bersaudara. Adapun saudara-saudaranya antara lain: Nisrah Maulida, Naira Dzulqodah Mansyur, dan Muh. Affan Rafeyfa Mansyur.

Capaian hafalan yang meliputi Juz 1, 2, 3, 4, 28, 29, dan 30 tersebut dibacakan secara berurutan di hadapan kepla tahfidz dan pembina tahfidz

Kepala Tahfidz Darul Fallaah, Muhammad Salim, S.Pd.I., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari pembinaan yang konsisten dan terarah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hafalan baru dan murajaah sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas hafalan santri.

Dalam prosesnya, Nurhikmah mengakui adanya dinamika yang tidak ringan. Rutinitas setoran hafalan, murajaah, serta penguatan tajwid menuntut konsistensi tinggi.

“Ada rasa lelah dan jenuh, terutama saat harus mengulang hafalan yang banyak. Tapi itu bagian dari proses untuk menjaga hafalan tetap kuat,” ujarnya.

Namun, di balik tantangan tersebut, ia menemukan pengalaman yang berkesan selama mondok di Darul Fallaah. Lingkungan kolektif yang mendukung menjadi faktor penting dalam perjalanan hafalannya.

“Yang paling menarik itu kebersamaan dengan teman-teman saat murajaah. Kami saling menyimak dan saling menguatkan,” tambahnya.

Dari sisi keluarga, capaian ini disambut dengan rasa syukur dan haru. Orang tua Nurhikmah menilai bahwa keputusan memasukkan anaknya ke pesantren merupakan langkah yang tepat.

“Kami hanya berharap anak kami dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik. Alhamdulillah, dengan mondok di Darul Fallaah, kami melihat perubahan besar pada kedisiplinan dan semangat belajarnya,” ungkap Hasnah, ibunda Nurhikmah.

Pihak pesantren menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Direktur Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar menyatakan bahwa keberhasilan santri tidak hanya diukur dari jumlah hafalan, tetapi juga dari kemampuan menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pembina tahfidz menekankan pentingnya konsistensi murajaah dan lingkungan belajar yang kondusif.

Capaian Nurhikmah menjadi representasi bagaimana sistem pendidikan pesantren membentuk prestasi melalui disiplin, kebersamaan, dan ketekunan. Di usia yang masih menempuh pendidikan menengah, ia telah menunjukkan capaian yang menjadi pijakan awal dalam perjalanan panjang sebagai penghafal Al-Qur’an.

---

#Foto & Berita: HDR & GNH

Lebih baru Lebih lama