Humas Darul Fallaah Angkat Isu Akal Sehat dalam Khutbah Jumat

Dok. Khutbah Jumat di Masjid Qurrata’ayun Muhammadiyah Samata.

Samata, 17 April 2026 — Humas Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro mengangkat tema penting tentang akal sehat dalam pelaksanaan Khutbah Jumat yang berlangsung di Masjid Qurrata’ayun Muhammadiyah Samata. Tema ini menjadi refleksi atas kondisi masyarakat modern yang dihadapkan pada derasnya arus informasi, namun seringkali diiringi dengan menurunnya kejernihan berpikir.

Khutbah yang berjudul “Menjaga Kewarasan Akal dalam Kehidupan Modern” tersebut disampaikan oleh Gunawan Hatmin, S.Ag., M.Ag. Dalam penyampaiannya, khatib menegaskan bahwa akal merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia, yang berfungsi untuk memahami, menimbang, dan menentukan arah kehidupan.

Namun demikian, di tengah perkembangan zaman yang serba cepat, fenomena yang muncul justru menunjukkan kondisi yang paradoks. Informasi semakin melimpah, tetapi kemampuan untuk menyaring dan memverifikasi kebenaran semakin melemah. Banyak hal yang tidak substansial justru menjadi viral, sementara hal-hal penting kerap terabaikan.

Dalam khutbahnya, disampaikan bahwa salah satu tanda melemahnya kewarasan akal adalah kecenderungan untuk mudah percaya tanpa klarifikasi, cepat bereaksi tanpa pemahaman yang utuh, serta lebih mengikuti emosi dibandingkan kebenaran. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Khatib juga mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ bahwa seseorang dapat dianggap berdusta ketika ia menyampaikan setiap apa yang ia dengar tanpa proses tabayyun. Selain itu, Al-Qur’an melalui Surah Al-Hujurat ayat 6 menegaskan pentingnya meneliti setiap informasi yang datang agar tidak menimbulkan kesalahan dalam mengambil sikap.

Lebih lanjut, khutbah tersebut menyoroti fenomena sosial dan politik di masyarakat, di mana perbedaan pendapat sering kali berujung pada perpecahan. Padahal, tidak semua persoalan dipahami secara utuh sebelum disikapi. Dalam konteks ini, akal sehat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara sikap kritis dan kebijaksanaan.

Melalui khutbah ini, Humas Darul Fallaah ingin menegaskan pentingnya membangun karakter santri yang tidak hanya kuat dalam aspek ibadah, tetapi juga memiliki kejernihan berpikir dan kedewasaan dalam bersikap. Santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang tenang, tidak mudah terpancing, serta bijak dalam menerima dan menyampaikan informasi.

Sejalan dengan visi Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro sebagai Sekolah Kader yang Unggul, memiliki Skill and Leadership, nilai-nilai yang disampaikan dalam khutbah ini menjadi bagian dari proses pembinaan santri secara menyeluruh, baik secara spiritual maupun intelektual.

Di tengah era digital yang penuh dengan dinamika, pesan tentang menjaga kewarasan akal menjadi semakin relevan. Darul Fallaah melalui mimbar khutbah Jumat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah yang kontekstual, reflektif, dan membangun kesadaran kritis di tengah masyarakat.

Akal yang sehat adalah penuntun.
Di tengah bisingnya zaman, ia menjadi penyeimbang antara kebenaran dan emosi.

Lebih baru Lebih lama