Pagi Idul Fitri di Bissoloro menghadirkan suasana yang penuh kehangatan. Gema takbir mengalun sejak fajar, mengiringi langkah jamaah menuju Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar untuk menunaikan Shalat Idul Fitri 1447 H.
Santri, alumni, wali santri, dan masyarakat sekitar tampak hadir dalam satu barisan saf yang rapi. Momen ini tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga pertemuan emosional yang sarat maknatempat rindu dipertemukan dan kenangan lama dihidupkan kembali.
Usai pelaksanaan shalat, khutbah Idul Fitri menyentuh dimensi batin jamaah. Tema “Al-Aqabah” diangkat sebagai simbol perjalanan hidup yang tidak mudah. Jalan yang menanjak dan penuh ujian, namun justru menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam suasana yang hening, jamaah diajak merenungkan bahwa keberhasilan menjalani Ramadhan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih menantang menjaga nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, khutbah juga menyinggung pembangunan Masjid Al-Aqabah yang hampir rampung. Proses pembangunan tersebut menjadi cerita kolektif tentang keikhlasan, kesabaran, dan solidaritas umat.
Idul Fitri di Darul Fallaah akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan ia menjelma sebagai ruang perjumpaan spiritual, sosial, dan kultural yang mengikat kembali keluarga besar pesantren.
