Nia Farmila, santri kelas X MA Darul Fallaah Bissoloro, menyampaikan kultum ba’da Subuh dengan tema “Kemuliaan Seorang Ibu”, Ahad (27/9/2026).

BISSOLORO — Santri kelas X MA Darul Fallaah Bissoloro, Nia Farmila, menyampaikan kultum ba’da Subuh pada Ahad (27/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema “Kemuliaan Seorang Ibu.”

Tema tersebut mengajak para santri untuk kembali memahami besarnya peran seorang ibu dalam kehidupan, mulai dari kasih sayang, pengorbanan, perhatian, hingga doa yang terus menyertai perjalanan anak-anaknya.

Menghargai Pengorbanan Ibu

Melalui kultumnya, Nia mengajak santri untuk tidak melupakan jasa ibu. Peran seorang ibu tidak hanya hadir dalam kehidupan keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh dan berkembangnya seorang anak.

Bagi seorang santri yang tinggal jauh dari keluarga, pesan tentang kemuliaan ibu memiliki makna tersendiri. Kerinduan kepada orang tua dapat menjadi pengingat untuk semakin menghargai pengorbanan mereka serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Menghormati ibu juga dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti menjaga sikap, menaati nasihat yang baik, rajin belajar, menjaga ibadah, serta berusaha menjadi anak yang memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarga.

Dari Maumere Menuntut Ilmu di Bissoloro

Nia Farmila merupakan santri kelas X MA Darul Fallaah Bissoloro. Ia merupakan putri dari Mahding dan Bayati, yang berprofesi sebagai petani.

Nia berasal dari Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menempuh pendidikan di pesantren menjadi bagian dari perjalanan Nia dalam menuntut ilmu sekaligus mengembangkan potensi diri.

Ia memiliki sejumlah prestasi, yakni Juara 3 Lomba Ceramah dan Juara 2 Lomba Puisi pada kegiatan Semarak Ramadhan di Desa Samparong, Maumere, tahun 2025.

Di lingkungan pesantren, Nia aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Hizbul Wathan (HW).

Pengalaman dalam lomba ceramah juga menjadi bekal bagi Nia ketika mendapatkan kesempatan menyampaikan kultum di hadapan para santri.

Kultum Menjadi Ruang Belajar Berdakwah

Kultum ba’da Subuh menjadi salah satu ruang pembinaan santri Darul Fallaah untuk melatih keberanian berbicara sekaligus menyampaikan pesan-pesan keislaman.

Bagi Nia, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi latihan menyampaikan materi, tetapi juga ruang untuk berbagi pesan kepada teman-temannya tentang pentingnya menghargai orang tua, khususnya ibu.

Tema “Kemuliaan Seorang Ibu” sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari doa, perhatian, dan pengorbanan orang tua.

Melalui pembiasaan seperti ini, santri Darul Fallaah diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berbicara sekaligus membangun karakter yang menghargai keluarga, guru, dan lingkungan sekitarnya.

#HumasDF